Agribisnis Unimus

Semarang, 24 Desember 2024– Sektor agribisnis Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar global. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi guna meningkatkan daya saing produk pertanian nasional di kancah internasional. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Studi S1 Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Menggali Potensi Ekspor Komoditi Agribisnis di Indonesia”, yang menghadirkan pakar Ekspor dari Free Trade Agreement Center Semarang, Bapak Bastian Turidobroto, S.T., M.M.

Antusiasme Tinggi dalam Membangun Ekspor Agribisnis

Seminar ini dihadiri oleh seluruh Mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis baik dari Semester 1 hingga Semester 5. Dalam sambutan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ibu Dr. Andwiani Sinarasri, SE., M.Si., menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam komoditas pertanian seperti kopi, kakao, rempah-rempah, buah tropis, dan hasil perikanan. Namun, masih ada kendala seperti standar mutu, akses pasar, dan efisiensi rantai pasok yang perlu ditingkatkan. Selain seminar nasional, acara ini juga di tambahkan penandatanganan kerjasama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Free Trade Agreement Center Kota Semarang.

Pembicara Ahli Berbagi Wawasan

Acara ini menghadirkan pembicara berpengalaman di bidang ekspor, di antaranya:
Bastian Turidobroto, S.T., M.M. – Tenaga Teknis FTA Center Semarang, yang membahas tren pasar global dan peluang ekspor produk agribisnis Indonesia.

Strategi dan Solusi untuk Meningkatkan Ekspor

Dari diskusi yang berlangsung, terdapat beberapa poin penting yang menjadi sorotan:
📌 Peningkatan Kualitas & Sertifikasi – Produk agribisnis Indonesia harus memenuhi standar internasional agar dapat bersaing di pasar ekspor.
📌 Pemanfaatan Teknologi Digital – Digitalisasi dalam agribisnis dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi produksi.
📌 Kolaborasi antara Pemerintah, Akademisi, dan Pelaku Usaha – Sinergi yang kuat diperlukan untuk menciptakan ekosistem ekspor yang lebih baik.
📌 Akses Pembiayaan & Pendanaan – Diperlukan dukungan finansial bagi UMKM agribisnis agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor.

Kesimpulan & Harapan ke Depan

Seminar ini menjadi ajang diskusi yang konstruktif dalam mencari solusi untuk meningkatkan ekspor komoditi agribisnis Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, sektor agribisnis Indonesia dapat semakin berkembang dan bersaing di pasar global.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan networking, di mana peserta berkesempatan berdiskusi langsung dengan para pembicara serta membangun jejaring bisnis untuk kolaborasi ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *