Agribisnis Unimus

Semarang, 15 Oktober 2024 – Program Studi Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Semarang menggelar Kuliah Tamu bertajuk “Kewirausahaan di Era Digital: Tantangan dan Peluang” yang menghadirkan salah satu narasumber, Pompy Syaiful Rizal. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa semester 1 dan 3 Program Studi Agribisnis.

Dalam pemaparannya, pembicara utama, Bapak Pompy Syaiful Rizal, menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi bagi para pengusaha di era digital. “Di era digital, pengusaha harus lebih fleksibel dan cepat beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan tren pasar. Inovasi adalah kunci agar dapat bersaing dan bertahan dalam dunia yang serba cepat ini,” ujar Pompy.

Tantangan Kewirausahaan di Era Digital

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh wirausahawan di era digital adalah perkembangan teknologi yang sangat cepat. “Transformasi digital menuntut para pengusaha untuk selalu up-to-date dengan teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), hingga blockchain,” jelas Pompy. Ia juga menyebutkan bahwa kompetisi yang semakin ketat di pasar global menjadi tantangan tambahan bagi para pengusaha baru. “Sekarang, kita tidak hanya bersaing dengan pemain lokal, tetapi juga dengan perusahaan internasional yang memanfaatkan teknologi digital untuk menembus pasar Indonesia.”

Selain itu, Pompy juga menyinggung masalah keamanan data yang menjadi ancaman bagi bisnis digital. “Dengan semakin banyaknya transaksi online, ancaman terhadap keamanan data menjadi semakin besar. Pengusaha harus bisa menjamin keamanan dan privasi data pelanggan agar bisnis mereka tetap dapat dipercaya.”

Peluang di Era Digital

Di balik tantangan tersebut, era digital juga menawarkan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para wirausahawan. Pompy menyebutkan bahwa salah satu peluang terbesar adalah kemudahan akses pasar. “Dengan platform digital, pengusaha dapat menjangkau pasar yang jauh lebih luas, bahkan hingga ke level internasional. Produk lokal sekarang bisa dipasarkan ke luar negeri hanya dengan beberapa klik.”

Selain itu, Pompy juga menekankan potensi dari e-commerce dan fintech (teknologi finansial) yang berkembang pesat di Indonesia. “Pasar e-commerce di Indonesia tumbuh sangat pesat, dan ini membuka peluang besar bagi para pengusaha untuk menjual produk mereka secara online. Di sisi lain, perkembangan fintech memungkinkan pengusaha untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan cepat.”

Kesimpulan

Kuliah tamu ini berhasil memberikan wawasan baru bagi para mahasiswa mengenai pentingnya peran teknologi dalam kewirausahaan. “Era digital tidak hanya membawa tantangan, tetapi juga membuka peluang besar bagi kita semua. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi dan memanfaatkan perubahan ini,” tutup Andi.

Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, para peserta kuliah tamu diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi pengusaha baru yang siap menghadapi tantangan dan meraih peluang di era digital ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *